Sistem kekebalan tubuh memegang perang sangat penting dalam menangkal berbagai penyakit. Agar tidak mudah terserang virus dan bakteri penyebab penyakit, kita perlu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi nutrisi sehat dan seimbang. Terlebih di masa pandemi COVID-19 ini.

Beberapa jenis makanan diketahui memiliki manfaat lebih, yakni meningkatkan daya tahan tubuh. Vitamin C adalah salah satu peningkat daya tahan tubuh yang paling dikenal. Namun ternyata tidak hanya vitamin C yang memiliki kekuatan sebagai penguat daya tahan tubuh. Beberapa tanaman herbal bisa memiliki khasiat yang sama.

Indonesia dikenal memiliki banyak tanaman herbal dan rempah yang berkhasiat. Salah satunya adalah jinten hitam atau habbatussauda. Sejak dulu jinten hitam sudah digunakan sebagai obat karena banyak khasiatnya, mulai dari menurunkan berat badan hingga meningkatkan stamina pria.

Bagaimana jika jinten hitam ini dikombinasikan dengan kurma dan madu yang juga sudah banyak dikenal memiliki khasiat kesehatan. Kombinasi ketiganya ternyata dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

BACA JUGA: Teman Bumil Bantu Lindungi Bayi dari Penularan COVID-19, Donasikan 1000 Face Shield
BACA JUGA: Pilihan Tepat Obat Herbal Flu Dan Radang Tenggorokan, Di Era New Normal

Manfaat Jintan Hitam

Berbagai penelitian telah dilakukan untuk membuktikan manfaat pengobatan yang dimiliki habbatussauda. Di antaranya untuk membantu pengobatan diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, dan kanker.

Selain itu, jintan hitam juga memiliki efek antibakteri, diuretik, antiperadangan, analgesik, memperkuat kekebalan tubuh, dan baik untuk kesehatan organ ginjal, lambung, serta hati. Manfaat tersebut berasal dari thymoquinone (TQ) yang terkandung dalam habbatussauda.

Dengan manfaatnya yang banyak ini, jintan hitam memberikan kesan sebagai obat herbal yang dapat mengobati berbagai penyakit. Namun, bagaimanakah khasiat tersebut dipandang dari sisi medis?

  • Mengobati kolesterol tinggi
    Kolesterol memang dibutuhkan tubuh. Namun jika berlebihan, dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit, seperti stroke dan penyakit jantung. Beberapa studi menunjukkan bahwa jintan hitam dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida, serta meningkatkan kadar kolesterol baik.
  • Menjaga kadar gula darah
    Gula darah tinggi merupakan salah satu tanda penyakit diabetes. Gejalanya bisa berupa sering haus, mudah lelah, dan kesulitan berkonsentrasi. Diabetes yang tidak diobati bahkan dapat mengakibatkan kerusakan saraf, gangguan penglihatan, serta melambatnya penyembuhan luka. Pada sebuah sudi, konsumsi jintan hitam selama beberapa minggu terlihat dapat mengurangi kadar gula darah dan resistensi insulin. Efek habbatussauda ini diduga baik untuk penyakit diabetes, akan tetapi data klinis yang didapat sejauh ini belum dapat memastikan hal tersebut.
  • Memiliki efek antiradang
    Salah satu efek habbatussauda yang diyakini baik untuk kesehatan adalah kemampuannya dalam mengurangi peradangan. Penelitian klinis skala kecil selama 3 bulan pada penderita asma menunjukkan bahwa habbatussauda dapat mengurangi keparahan dan frekuensi serangan asma. Studi lain juga menunjukkan bahwa obat herba ini mampu membantu mengatasi penyakit lain akibat peradangan, seperti sinusitis, alergi, dan radang sendi.
  • Melawan infeksi
    Habbatussauda memiliki sifat antibakteri dan antivirus. Hal ini dibuktikan dari suatu penelitian yang menunjukkan bahwa obat herba ini mampu membasmi virus penyebab hepatitis C, HIV, dan flu. Habbatussauda pun terlihat dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur, sehingga dianggap mampu melawan infeksi.
  • Melindungi hati
    Beberapa penelitian pada hewan juga menunjukkan bahwa jintan hitam dapat mencegah kerusakan organ hati. Manfaat ini terkait dengan kandungan antioksidan pada jintan hitam yang memiliki fungsi antiperadangan.
  • Mencegah kanker
    Thymoquinone merupakan senyawa aktif yang terkandung di dalam biji jintan hitam. Senyawa ini dikatakan mempunyai efek antikanker. Pada beberapa penelitian terhadap hewan, thymoquinone dapat mengurangi ukuran tumor ganas. Selain itu, uji laboratorium menunjukkan bahwa thymoquinone secara efektif dapat menghambat pertumbuhan sel kanker.

Selain beberapa manfaat di atas, jintan hitam juga dianggap dapat dimanfaatkan sebagai makanan pelancar ASI. Sayangnya, berbagai studi penelitian terkait manfaat jintan hitam untuk mengobati penyakit sejauh ini masih terbatas pada studi berskala kecil. Artinya, masih dibutuhkan lebih banyak penelitian secara klinis pada manusia untuk membuktikan kemanjuran jintan hitam sebagai obat.

Efek Samping Jintan Hitam yang Perlu diwaspadai

Minyak jintan hitam maupun ekstrak jintan hitam kemungkinan aman dikonsumsi ketika digunakan dalam jangka pendek. Saat ini belum ada cukup informasi tentang efek samping jintan hitam jika digunakan dalam dosis besar atau jangka panjang. Manfaat dan efek sampingnya pada anak-anak dan ibu hamil juga belum dapat dipastikan.

Sebagian orang mungkin mengalami alergi saat jintan hitam atau habbatussauda dioleskan pada kulit. Selain itu, jintan hitam kemungkinan dapat memperlambat pembekuan darah, meningkatkan risiko perdarahan, membuat tekanan darah turun, dan membuat gula darah turun bagi orang yang tidak mengalami masalah kesehatan.

Oleh karena itu, sebelum mengonsumsi jintan hitam ada baiknya untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu, terutama bila Anda memiliki kondisi medis tertentu.

Share This