Omai.co.id – Acara Dialog Nasional Efek Covid-19, Urgensi Ketahanan Sektor Kesehatan, yang digelar secara virtual di KompasTV, Senin (21/12) telah berjalan dengan lancar. Dalam acara tersebut dukungan terhadap Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) untuk masuk Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus mengalir.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Riset dan Teknologi Indonesia Bambang Brodjonegoro dalam acara tersebut.

“Kalau OMAI masuk JKN, di situlah OMAI mulai dikenal, kalau OMAI atau fitofarmaka banyak dikenal maka otomatis minat industri farmasi meningkat untuk produksi OMAI lebih banyak,” ujar Bambang.

Dikesempatan yang sama, Anggota Komisi IX DPR RI, Anggia Ermarini mengatakan Indonesia memiliki kekayaan hasil bumi yang bisa dijadikan bahan baku obat untuk memperkuat daya tahan tubuh sekaligus mengobati penyakit.

“Kita tahu Indonesia ini kaya. Tetapi kenapa empon-empon, jahe, temulawak dan lain sebagainya yang asli Indonesia justru kalah populer dibanding ginseng dari Korea? Kalau minim riset untuk dijadikan obat, kenapa tidak dilakukan dari dulu?,” kata Anggia.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik (Deputi II) Badan POM Reri Indriani mengungkapkan terus mendorong pengembangan OMAI. “Kita lakukan pendampingan riset dan uji klinik, percepatan dan fleksibilitas prioritas penilaian obat bahan alam yang sudah memiliki bukti empiris dengan mengedepankan aspek keamanan, manfaat, dan mutunya,” ungkapnya.

Dalam acara tersebut juga hadir Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Dr dr H Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH MMB FINASIM FACP.

Menurut Prof Ari, Indonesia memiliki kemampuan untuk membuat obat dengan kualitas unggul. Para dokter pun mendukung melalui riset di uji klinik. Sehingga Prof Ari berharap bahwa obat-obatan ini pada waktunya akan diterima oleh para dokter lebih luas lagi, oleh masyarakat, dan bahkan produk ini bisa diekspor.”Kita punya potensi yang luar biasa,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Pendiri Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia dr Hardhi Pranata SpS MARS. Menurut dr Hardhi, pihaknya mengintegrasikan pengobatan barat dan juga herbal. “Saya sarankan jangan ragu-ragu untuk dokter di seluruh Indonesia menggunakan obat herbal dalam konteks fitofarmaka. Tolong dukungan dari Permenkes bahwa OHT boleh dipakai di klinik klinisi, luar biasa itu,” kata dr Hardhi.

Diketahui, Informatorium Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) merupakan informasi tentang obat bahan alam yang telah disetujui dan digunakan di Indonesia dalam bentuk produk Obat Herbal Terstandar (OHT) dan Fitofarmaka (FF).

Kedua jenis produk itu merupakan produk obat hasil pengembangan dari pemanfaatan bahan-bahan alam di Indonesia. Informatorium melingkupi juga bagaimana proses bahan baku alam menjadi produk yang aman, berkhasiat dan bermanfaat untuk dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.

sumber/

Share This