Terkait produksi obat berbahan baku asli Indonesia, Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto mendorong obat tersebut masuk dalam penggunaan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Obat berbahan baku asli Indonesia ini disebut Obat Modern Asli Indonesia (OMAI).

Upaya memasukkan OMAI ke dalam JKN dapat membuat harga obat turun. Ketika harga obat turun, pembiayaan bahan baku habis pakai juga akan turun.

“Bahan baku obat modern asli Indonesia sudah terpenuhi. Ini sangat penting karena bisa menekan harga obat menjadi sangat terjangkau laih,” jelas Terawan usai acara Kunjungan Kerja Menteri Kesehatan RI ke Dexa Site Cikarang, Bekasi, Jawa Barat beberapa hari lalu.

“Kalian sudah tahu juga harga obat turun semua ya karena disubstitusi dengan bahan baku asli Indonesia. Saya juga sudah dapat informasi kalau harga obat turun.”

Produksi bahan baku obat asli Indonesia, yang berasal dari tanaman dan hewan asli Indonesia terus dibangun. Percepatan produksi OMAi sangat menolong.

“Kita tinggal bargaining (tawar-menawar) saja untuk bisa dimasukkan ke JKN sehingga menurunkan cost (pembiayaan) maupun bahan habis pakai,” lanjut Menkes

Menanggapi OMAI yang akan dimasukkan ke layanan JKN, Executive Director of DLBS Raymond Tjandrawinata belum sepenuhnya tahu. Walaupun begitu ia sangat setuju dan mendukung apa yang disampaikan Terawan.

“Kalau sudah kemauan pemerintah itu sudah jelas, dan (OMAI) bisa memenuhi kebutuhan produksi obat di dalam negeri. Itu bisa dituangkan dalam suatu keputusan menteri atau peraturan lain.

Raymond mengatakan, pemakaian OMAI di Indonesia juga bisa menggantikan obat kimia yang sehari-hari dipakai. “Mungkin 50-60 jumlah obat bisa digunakan sehari-hari, sebagaimana obat kimia.”

Kelebihan lain menggunakan obat berbahan baku asli Indonesia adalah harga produksi bisa lebih murah secara nasional.

“Kita bisa memenuhi produksi OMAI untuk layanan JKN. Dengan perusahaan farmasi lain, mari kita bersama-sama memproduksi OMAI,” Ujar Raymond.

Share This