Omai.co.id – Sakit kepala merupakan masalah kesehatan biasa yang banyak di alami banyak orang, banyak faktor penyebab sakit kepala yang sering dialami. Ya, semua orang pernah mengalami  dan merasakan gejala nyeri dan sakit kepala. Kebanyakan orang akan menyepelekan penyebab sakit kepala dan menganggap biasa rasa sakit yang dialami atau dirasakan, karena kebanyakan dari bebarapa kasus yang terjadi gejala sakit kepala hilang dengan sendirinya.

Apakah sakit kepala yang kita alami bisa menjadi bahaya untuk kita? untuk itu kita harus mengenali gejala yang timbul dari sakit yang kita rasakan. Pertama kita akan cari tau apasih sakit kepala itu dan jenis-jenisnya.

Pengertian Sakit Kepala

Sakit kepala adalah rasa nyeri yang dirasakan terjadi di bagian manapun dari kepala kita. Nyeri bisa saja timbul di salah satu area kepala kita, pada kedua sisi kepala sekaligus, atau menyebar mulai dari salah satu bagian ke bagian kepala lain.

Intensitasi nyeri bisa terasa ringan, tetapi bias juga terasa berat. Rasa sakit yang timbul bisa datang secara perlahan atau tiba-tiba, dan dapat muncu sebentar saja hingga berhari-hari lamanya. Pola nyeri rasa sakit dikepala dapat seperti berdenyut, bergelombang, ditekan, atau sakit seperti ditusuk.

Sebagian besar kasus nyeri di kepala hanya ringan dan tidak membutuhkan perhatian dan penanganan dari dokter. tetapi, sakit kepala bisa terjadi lumayan parah yang membuat penderitanya tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasanya.

Bahkan bias saja, sakit kepala dapat menjadi tanda terdapatnya gangguan atau penyakit yang  lebih serius yang berbahaya bagi kesehatan Anda.Ya, beberapa orang terdapat perbedaan pada tingkat rasa sakit atau nyeri di bagian kepala ini dapat berbeda-beda, dimulai dari ringan hingga berat.

Nah untuk durasi sakit kepala yang dialami juga bisa lain, yakni dapat berlangsung hanya sebentar saja beberapa menit bias juga beberapa jam atau bahkan bisa muncul berhari-hari.

Dalam kebanyakan kasus yang terjadi di masyarakat umum, sakit kepala bisa mereda dan hilang dengan sendirinya.

Singkatnya tidak perlu memerlukan pemeriksaan dokter lebih lanjut. Akan tetapi, apabila rasa sakit itu tidak juga hilang dan bila sakit kepala tak kunjung membaik, bahkan setelah kita mengonsumsi obat-obatan sebaiknya kita periksakan ke dokter? Hmm, yang ini lain lagi ceritanya.

Penyebab dan Faktor Risiko Sakit Kepala

Dilihat dari penyebabnya, sakit kepala dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sakit kepala yang tidak terhubung dengan penyakit lainnya atau sakit kepala primer, dan sakit kepala akibat adanya penyakit lain atau sakit kepala sekunder.

Sakit Kepala Primer

Sakit kepala primer adalah rasa sakit kepala yang disebabkan oleh adanya masalah dengan struktur di kepala yang terlalu sensitif terhadap rasa sakit. Kondisi itu juga melibatkan pembuluh darah, otot, saraf kepala, serta leher. diantara contoh sakit kepala primer yang biasanya terjadi, adalah:

Sakit kepala tegang

Jenis sakit kepala yang satu ini termasuk diantara yang paling umum dan sering terjadi. Awalnya akan dimulai secara perlahan kemudian rasa sakit akan memuncak pada siang hari.

Orang yang mengalami tension headache pada umumnya akan merasakan kepalanya seperti tekanan atau merasa nyeri di sekitar kepala. Selain itu, rasa sakit kepala yang dialami kemudian akan menyebar dari atau menuju ke bagian leher.

Migrain

Migrain adalah jenis sakit kepala primer yang cukup sering terjadi. Jenis sakit kepala ini dapat menyebabkan nyeri yang parah atau sensasi berdenyut, yang biasanya terjadi di satu sisi kepala.

Migrain sendiri terbagi menjadi dua jenis, pertama migrain dengan aura dan tanpa aura. Migrain dengan aura merupakan keadaan di mana sebelum atau tepat saat migrain terjadi ada gejala peringatan, seperti kilatan cahaya atau bintik-bintik cahaya yang bisa menganggu penglihatan. Sementara itu migrain tanpa aura tidak disertai dengan gejala tersebut.

Sakit kepala cluster

cluster headache adalah jenis sakit kepala yang terjadi dalam pola siklus atau periode cluster. Rasa sakit ini dapat terjadi dalam satu kali hingga delapan kali dalam sehari selama 20 menit sampai dua jam lamanya.

Kondisi ini dapat terjadi selama berminggu-minggu sampai berbulan-bulan, dan kemudian diikuti dengan periode remisi atau tidak ada gejala yang muncul sama sekali selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun kemudian.

Cluster headache biasanya menyebabkan rasa nyeri yang cukup parah, atau mungkin memberikan sensasi seperti terbakar pada area kepala. Rasa sakit kepala ini biasanya bisa sampai menjalar ke area mata.

Sakit Kepala Hipnik (Hypic Headache)

Sakit kepala ini merupakan bentuk nyeri di kepala yang langka dan biasanya terjadi pada orang berusia antara 40-80 tahun. Jenis sakit kepala ini biasanya terjadi saat malam hari dan berlangsung selama 15 menit sampai satu jam. Adapun waktu kejadiannya cenderung selalu sama setiap malam dan  tidak diikuti dengan gejala lain, seperti pilek atau tanda lainnya.

Inilah beberapa faktor yang memengaruhi  terjadinya sakit kepala primer, antara lain:

  • Gangguan pada otot leher dan kepala.
  • Aktivitas kimia di otak.
  • Pembuluh darah atau saraf.

Sakit Kepala Sekunder

Sakit kepala sekunder seringnya disebabkan oleh aktifnya bagian saraf rasa sakit pada bagian kepala yang disebabkan adanya suatu penyakit. Penyebab umum sakit kepala sekunder, diantaranya:

  • Flu.
  • Infeksi telinga.
  • Sinusitis.
  • Masalah gigi.
  • Konsumsi MSG yang berlebihan.
  • Konsumsi makanan atau minuman dingin secara tiba-tiba.
  • Perubahan hormon pada wanita setelah mengonsumsi pil KB.
  • Menggunakan penutup kepala yang terlalu ketat.

sedangkan penyebab sakit kepala sekunder lainnya yang jarang terjadi, diantaranya:

  • Gegar otak
  • Aneurisma otak.
  • Neuralgia trigeminal.
  • Keracunan karbon monoksida.
  • Serangan panik.
  • Meningitis.
  • Penyumbatan pembuluh darah di otak.
  • Radang pada otak.
  • Gegar otak
  • Aneurisma otak.
  • Neuralgia trigeminal.
  • Keracunan karbon monoksida.
  • Serangan panik.
  • Meningitis.
  • Penyumbatan pembuluh darah di otak.
  • Radang pada otak.

Hal apa yang Harus Dilakukan ketika sakit kepala?

Sebagaimana mengatasi sakit kepala sebelah kiri, sakit kepala sebelah kanan dan sakit kepala bagian belakang, untuk mengatasi sakit kepala yang terjadi terus-menerus, diperlukan pemeriksaan secara menyeluruh. hal itu sangat diperlukan untuk menidentifikasi pemicu sakit kepala, apakah dikarenakan gangguan saraf atau infeksi. Riwayat sakit kepala yang dirasakan pasti akan dimintai keterangannya jangan lupa untuk disampaikan sedetail mungkin. Namun jika penyebabnya belum jelas, dokter dapat melakukan CT-scan atau MRI.

Kemungkinan dokter perlu bekerjasama dengan spesialis, seperti neurolog atau psikiater, untuk menemukan penyebabnya dan menegakkan diagnosis. Pada kebanyakan kasus, terdapat kemungkinan sakit kepala konstan membutuhkan pengobatan jangka panjang.

Yang juga perlu diperhatikan ialah para penderita sakit kepala terus-menerus juga berisiko mengalami gangguan lain. Misalnya kecemasan, gangguan  tidur, depresi, serta gangguan fisik dan psikologis lainnya.

Jangan remehkan sakit kepala terus-menerus yang Anda alami. Segera konsultasikan dengan dokter jika sakit kepala yang Anda alami tidak segera mereda. Pengobatan sakit kepala tergantung dari penyebabnya.

Bila tidak ada gejala lain yang berbahaya, sakit kepala dapat diredakan dengan obat-obatan yang dijual bebas, seperti HerbaPAIN. Bila sakit kepala dirasa mengkhawatirkan, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

Untuk mencegah sakit kepala akibat perilaku sehari-hari, terapkanlah perilaku hidup yang sehat.

sumber/.

Share This